Standar Sanitasi Sirkuit Internasional Bali Sesuai Aturan IMI

Menjadikan Bali sebagai destinasi wisata otomotif dunia memerlukan kesiapan infrastruktur yang tidak hanya fokus pada lintasan balap, tetapi juga pada aspek kenyamanan dan kebersihan fasilitas pendukung. Penerapan Standar Sanitasi Sirkuit yang tinggi menjadi cermin profesionalisme pengelola dalam menyambut wisatawan mancanegara dan tim balap profesional. Kebersihan area publik, toilet, hingga pengelolaan limbah cair harus dikelola secara modern untuk menjaga citra positif pariwisata. Dalam proses pembangunannya, pihak pengelola terus melakukan persiapan infrastruktur jalur agar memenuhi kriteria sirkuit kelas dunia yang ramah lingkungan. Hal ini sejalan dengan komitmen bahwa operasional Internasional Bali Sesuai dengan regulasi kesehatan global, di mana implementasi Aturan IMI mengenai sanitasi menjadi syarat mutlak dalam mendapatkan lisensi penyelenggaraan event skala besar di Pulau Dewata.

Sanitasi di lingkungan sirkuit mencakup sistem drainase yang mumpuni agar tidak terjadi genangan air saat curah hujan tinggi, yang dapat membahayakan keselamatan pebalap dan kenyamanan penonton. Pengelolaan sampah juga menjadi sorotan utama; sirkuit internasional di Bali wajib menerapkan sistem pemilahan sampah organik dan anorganik yang ketat. Mengingat volume pengunjung yang bisa mencapai puluhan ribu orang saat hari perlombaan, kapasitas fasilitas sanitasi harus dihitung secara presisi guna menghindari penumpukan limbah yang dapat menimbulkan bau tidak sedap dan risiko penyakit.

Selain area penonton, standar kebersihan di area paddock dan bengkel tim balap juga diatur secara mendetail. Setiap tim wajib mengelola limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), seperti oli bekas dan sisa bahan kimia pembersih mesin, melalui saluran khusus yang terintegrasi dengan sistem pengolahan limbah sirkuit. Tidak boleh ada tumpahan zat kimia yang meresap ke dalam tanah atau mengalir ke saluran umum. Kedisiplinan tim dalam menjaga kebersihan area kerja mereka dipantau secara berkala oleh petugas environmental officer yang ditunjuk oleh IMI.

Ketersediaan air bersih yang melimpah juga merupakan bagian dari standar sanitasi yang tidak bisa ditawar. Fasilitas mandi dan cuci bagi para mekanik dan pebalap harus memenuhi standar higienis yang tinggi. Bali, yang sangat menjaga kelestarian alam dan sumber airnya, menuntut sirkuit untuk memiliki sistem daur ulang air (water recycling) untuk keperluan penyiraman area hijau di sekitar lintasan. Dengan demikian, sirkuit tidak membebani sumber daya air lokal secara berlebihan, sekaligus tetap menjaga kelembapan udara dan estetika kawasan.